Review Film The Doll Ghawiah: Trailer, Sinopsis, dan Jadwal

Review film The Doll Ghawiah ini untuk yang mau putuskan tiket pada hari tayangnya, 29 Oktober 2026. Cinema XXI sudah memasang judul ini di jadwal, termasuk Festival Citylink Bandung, format 2D, klasifikasi D17+, durasi 110 menit. Halaman film XXI menulis genre horror dan durasi 1 jam 50 menit, yang sama dengan 110 menit di Lembaga Sensor Film. Ini ulasan untuk memilih menonton, bukan cerita sampai akhir.

Lorong rumah malam sebagai ilustrasi review film The Doll Ghawiah

Jadwal hari pertama

Di Festival Citylink pada 29 Oktober 2026, jam yang tertera antara lain 12.20, 14.25, 16.30, 18.35, dan 20.40, harga tiket harian Rp35.000. detikJatim pada hari yang sama mencatat CGV Marvell City Surabaya memasang The Doll Ghawiah pukul 13.45, 16.00, 18.15, dan 20.30 dengan tiket reguler Rp26.000. Lenmarc XXI Surabaya juga memasang judul ini. Jam dan harga berbeda per cabang. Buka 21cineplex.com, cgv.id, atau cinepolis.co.id, pilih kota, lalu pastikan tanggalnya 29 Oktober atau hari Anda datang.

XXI sempat menaruh The Doll Ghawiah IMAX di daftar coming soon. Itu bukan jaminan setiap mal punya studio IMAX hari ini. Kalau Anda ingin format itu, nama studio harus tertulis di jadwal sebelum tiket dibayar. Beli hanya di loket atau aplikasi bioskop. Situs yang menawar film utuh tanpa nama XXI, CGV, atau Cinépolis bukan jalur yang Cap3 anjurkan.

Kredit menurut Lembaga Sensor Film

LSF mencatat surat terbit 29 Oktober 2026, tahun produksi 2026, tanggal tayang 29 Oktober 2026, genre horor, kandungan hiburan dan kekerasan, durasi 110 menit, negara dan bahasa Indonesia. Produksi: Legacy Pictures, Hitmaker Studios, dan Masih Belajar Project. Produser Rocky Soraya. Sutradara ditulis Guntur Suharjanto. Penulis skenario Riheam Junianti. Di materi bioskop, ejaan nama sutradara sering tampil sebagai Guntur Soeharjanto. Klasifikasi usia yang mengikat tetap 17+ dari LSF dan papan D17+ di XXI.

Pemeran di daftar LSF: Ananda George, Sara Wijayanto, Darius Sinathrya, Titi Kamal, Aisyah Aqilah, dan Fara Shakila. Sinopsis LSF juga menyebut Laura Moane, Rendi Khrisna, dan Putri Patricia di dalam cerita. Darius Sinathrya adalah Arya, Titi Kamal adalah Evi, Aisyah Aqilah adalah Gita, Laura Moane adalah Nala, Fara Shakila adalah Uci, dan Sara Wijayanto adalah paranormal Laras. LSF menulis film ini datang setelah rangkaian The Doll yang dirilis pada 2018. Film terdahulu disutradarai Rocky Soraya. Kali ini sutradaranya berganti, dan boneka Ghawiah disebut digerakkan dengan teknologi robotik.

Sinopsis berhenti sebelum dendam selesai

Pada 1988, pasangan Arya dan Evi meninggalkan Jakarta dan pindah ke kawasan Babakan Siliwangi, Bandung, bersama dua putri mereka, Gita dan Nala. Kepindahan itu menjadi awal teror dari boneka Ghawiah milik Uci. Uci adalah anak perempuan yang tewas bersama ayah dan ibunya karena tabrak lari. Bersama paranormal Laras, keluarga itu berusaha memutus dendam boneka sebelum mereka menjadi korban.

Ulasan ini berhenti di usaha itu. Apakah dendam putus, siapa yang selamat, dan apa isi rahasia keluarga tidak dibahas. Trailer resmi cukup untuk mengukur seberapa keras terornya sebelum Anda duduk 110 menit.

Kursi bioskop kosong sebagai ilustrasi tiket review film The Doll Ghawiah

Trailer resmi Cinema 21

Video di bawah ini berjudul “The Doll Ghawiah – Official Trailer IMAX” dari kanal YouTube CINEMA 21. Cinépolis Indonesia juga mengunggah klip eksklusif terpisah. Tonton trailer Cinema 21 bila Anda ingin tahu nada horornya. Klasifikasi 17+ berarti anak di bawah usia itu bukan sasaran film ini. Kandungan yang dicatat LSF meliputi kekerasan, bukan hanya kejutan ringan.

Kalau jadwal hari ini penuh

Pada 29 Oktober bioskop juga memutar film yang sudah diulas Cap3. Review film Laut Bercerita membahas drama yang hari ini juga ramai di jadwal, dengan klasifikasi dewasa. Untuk horor Indonesia yang sudah lebih dulu tayang, bandingkan dengan review film Kuasa Gelap: Perjanjian Darah dan review film Siti si Vampir. Review film Clayface tetap relevan bila Anda mencari horor dari produksi luar di minggu yang sama.

Setelah masa layar selesai, tonton hanya lewat layanan resmi. Langkahnya ada di cara nonton film legal di Indonesia dan di aplikasi nonton film legal.

Sebelum berangkat, cocokkan tiga baris di halaman jam: tanggal 29 Oktober atau hari kedatangan, durasi 110 menit, dan papan D17+. Bawa identitas bila kasir meminta bukti usia. Rombongan yang membawa anak di bawah 17 tahun lebih baik pindah judul, karena kandungan kekerasan tercatat di LSF dan trailer Cinema 21 memang menampilkan teror, bukan komedi keluarga. Kalau satu mal kehabisan kursi, cek CGV atau Cinépolis di kota yang sama sebelum membeli di situs tidak dikenal. Harga di Festival Citylink dan Marvell City hanya contoh hari ini, bukan patokan seluruh Indonesia.

Cap3 tidak memberi skor bintang. Keputusan tiket pada hari pertama cukup dari klasifikasi, durasi, dan apakah trailer resmi terasa cocok untuk Anda. Film The Doll yang lebih lama tidak wajib ditonton dulu untuk mengerti premis pindah rumah dan boneka. Penonton yang sudah hafal seri itu akan mengenali nama Hitmaker dan tokoh Laras, lalu bisa masuk dari sinopsis 1988 tanpa membuka akhir cerita lama.

Singkatnya, review film The Doll Ghawiah pada 29 Oktober 2026 berujung pada jadwal yang sudah bisa dibeli, durasi 110 menit, klasifikasi 17+, dan trailer resmi Cinema 21. Cek cabang terdekat, cocokkan usia, lalu beli di kanal bioskop.

Scroll to Top